Rabu, 17 Agustus 2016

Ini berikut kelebihan dan kekurangan dari Macam-Macam model pengembangan perangkat lunak

KELEBIHAN

Waterfall Model :
1. Kualitas dari sistem yang dihasilkan akan baik. Ini dikarenakan oleh pelaksanaannya secara bertahap. Sehingga tidak terfokus pada tahapan tertentu.
2. Document pengembangan system sangat terorganisir, karena setiap fase harus terselesaikan dengan lengkap sebelum melangkah ke fase berikutnya. Jadi  setiap fase atau tahapan akan mempunyai dokumen tertentu.
3. Metode ini masih lebih baik digunakan walaupun sudah tergolong kuno, daripada menggunakan pendekatan asal-asalan. Selain itu, metode ini juga masih masuk akal jika kebutuhan sudah diketahui dengan baik.

Prototype Model :   
1. Dapat menjalin komunikasi yang baik antar user dan pengembang system.
2. Setiap perbaikan yang dilakukan pada prototype merupakan hasil masukan dari user yang akan menggunakan sistem tersebut, sehingga lebih reliable.
3. User akan memberikan masukan terhadap sistem sesuai dengan kemauannya.

RAD Model :
1. Lebih efektif dari pendekatan waterfall/sequential linear dalam menghasilkan sistem yang memenuhi kebutuhan langsung dari pelanggan.
2. Cocok untuk proyek yang memerlukan waktu yang singkat.

Incremental Model :
1. Cocok digunakan bila pembuat software tidak banyak / kekurangan pembuat
2. Mampu mengakomodasi perubahan kebutuhan customer.

Spiral Model :
1. Lebih cocok untuk pengembangan sistem dan perangkat lunak skala besar.
2. Pengembang dan pemakai dapat lebih mudah memahami dan bereaksi terhadap resiko setiap tingkat evolusi karena perangkat lunak terus bekerja selama proses.
3. Tetap mengikuti langkah-langkah dalam siklus kehidupan klasik dan memasukkannya ke dalam kerangka kerja iteratif.




KEKURANGAN

Waterfall Model :
1. Terjadinya pembagian proyek menjadi tahap-tahap yang tidak fleksibel, karena komitmen harus dilakukan pada tahap awal proses.
2. Sulit untuk mengalami perubahan kebutuhan yang diinginkan customer.
3. Customer harus sabar untuk menanti produk selesai, karena dikerjakan tahap per tahap,menyelesaikan tahap awal baru bisa ke tahap selanjutnya.

Prototype Model :
1. Pada prototype tentu saja banyak kebutuhan yang tidak di tampilkan seluruhnya karena data yang dikumpulkan hanya sebagian.
2. Prototype yang di setujui oleh client harus dikembangkan oleh developer tanpa ada data tambahan dari client dan software dari  prototype harus memiliki fungsi yang lengkap.
3. Proses analisis dan perancangan terlalu singkat.

RAD Model :
1. RAD tidak cocok digunakan untuk sistem yang mempunyai resiko teknik yang tinggi.
2. Membutuhkan orang yang banyak untuk menyelesaikan sebuah proyek berskala besar.

Incremental Model :
1. Hanya akan berhasil jika tidak ada staffing untuk penerapan secara menyeluruh.
2. Penambahan staf dilakukan jika hasil incremental akan dikembangkan lebih lanjut.
3. Hanya cocok untuk proyek dengan skala kecil.
4. kemungkinan tiap bagian tidak dapat diintegrasikan.

Spiral Model :
1. Pada prototype tentu saja banyak kebutuhan yang tidak di tampilkan seluruhnya karena data yang dikumpulkan hanya sebagian.
2. Prototype yang di setujui oleh client harus dikembangkan oleh developer tanpa ada data tambahan dari client dan software dari prototype harus memiliki fungsi yang lengkap.
3. Banyak ketidak sesuaian pada bentuk prototype.
4. Proses analisis dan perancangan terlalu singkat

Senin, 04 Januari 2016

Liburan Semester 1

Pada tanggal 20 Desesmber 2015 saya akan berlibur ke sragen tepat nya ke rumah nenek bersama keluarga. Perjalanan  ke sragen cukup lancar dan menyenangkan. Saya dan keluarga menuju ke sragen naik mobil, menuju ke sragen butuh waktu 10 jam. Waktu yang lama juga, saya dari bekasi jam 1 pagi dan sampai di sragen jam 1 siang. Saya di sragen hanya 2 hari saja sesudahnya saya pulang lagi ke bekasi. Lalu pada tanggal 28 Desember 2015 saya menonton Star Wars yang seri terbaru saya lupa, karna saya ga terlalu suka mengikuti star wars.